nyicil emas yuk…

Intro:

Baca dulu postingan saya terdahulu soal kenapa investasi di emas, dan belinya dimana (kalau tunai).

gold

Kalau dana tunainya belum terkumpul, atau untuk orang-orang yang susah nabung (seperti saya), ada beberapa lembaga yang sekarang memberikan fasilitas cicilan emas.

Kenapa nyicil emas:

1. Harga emas naik terus.

Misal target kita mau beli emas 10 gram, harga per gram sekarang Rp 380.000, jadi butuh Rp 3.8 juta. Nabung 6 bulan, sebulan kira-kira 600 ribuan. 6 bulan kemudian terkumpul Rp 3.8 juta, tapi harga emas udah naik. Yang tadinya cukup untuk beli 10 gram, bisa-bisa sekarang uangnya cuman cukup beli 6 gram.

Kalau belinya nyicil, harga emas yang digunakan adalah harga emas saat itu. Jadi kalau dari ilustrasi tadi, ya 3.8 juta itu. Walaupun kita nyicil dan fisik emasnya baru bisa kita pegang waktu cicilan kita lunas, tapi harganya tetap, sesuai harga waktu kita mulai mencicil. Walaupun harga emas di luar sana naik-naik ke puncak gunung, cicilan kita tetap selama masa periode cicilan.

2. Seperti komitmen lain, cicilan musti dibayar. Jadi buat saya, ini salah satu usaha mendisiplinkan diri sendiri. Kalau mengandalkan musti nabung dulu, duh kapan ya kekumpul. Yang ada malah tumpukan tas, sepatu, dan pernak-pernik gak jelas lainnya :p

Dimana mencicil emas?

1. Pegadaian Syariah

Punya program yang namanya MULIA, dimana emas yang diperjualbelikan (tunai maupun cicilan) adalah emas batangan Logam Mulia dengan sertifikat Aneka Tambang. Jenis emas batangan yang dijual mulai dari 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram dan 1000 kilogram.

Begini simulasinya [sumber : brosur pegadaian]

Nasabah membeli 1 (satu) keping LM (Logam Mulia) seberat 25 gr kadarnya 99,99%

Asumsi harga 25 gr emas = Rp 7.813.500 (harga berubah terus ya, sekarang aja udah 9 jutaan lebih, ini ilustrasi aja)

Cara membeli dengan angsuran 6 bulan:

= Rp 7.813.500 + margin (Rp 7.813.500 x 6%)

= Rp 7.813.500 + Rp 468.810

= Rp 8.282.310

Uang muka 25% = Rp 2.070.578

Administrasi = Rp 50.000

Pembayaran awal = Rp 2.120.578

Sisa pembayaran = Rp 8.282.310 – Rp 2.070.578

= Rp 6.211.732

Angsuran = Rp 6.211.732 / 6 = Rp 1.035.289/bulan (lagi-lagi, ini angka ilustrasi)

Saya punya file excel untuk simulasi cicilan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Tulis email aja ya di comment kalau mau dikirimin filenya untuk hitung-hitung sendiri, nggak bisa diattach di sini soalnya.

Persyaratannya gampang, cukup:

1. Menyerahkan fotokopi KTP/identitas resmi

2. Mengisi formulir aplikasi

3. Menyerahkan uang muka

4. Menandatangani Akad mulia

Udah. Beres.

Kapan saat terbaik membeli emas?

Mengingat sekarang harga emas naik terus, banyak yang ragu untuk mulai membeli emas. Is it too high already? Kalau menurut saya, investasi apapun, emas-reksadana-tanah-saham-obligasi-semuanya, hanya kendaraan untuk membantu kita mencapai tujuan keuangan.

Sekarang, beli emas tujuannya buat apa? Liburan bulan depan? Sekolah anak 3 bulan lagi? Uang masuk SD yang masih 5 tahun lagi? Kalau untuk tujuan yang masih lumayan lama, lebih dari 1 tahun, membeli emas sekarang, walaupun harganya udah setinggi ini, tetap nggak akan rugi. Beberapa ahli memperkirakan harga emas masih akan naik lagi lho…

Selamat mencicil emas 🙂

PS:

1. Kalau ada pertanyaan, comment di bawah aja ya, siapa tau bisa sharing dengan yang lain juga. Jangan japri

2. Bank syariah juga punya program cicil emas (Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah) tapi saya belum tahu infonya. Nanti kalau udah tahu, saya tulis lagi 🙂

Recommended Articles