• hati-hati naik motor

    Rahman beli motor. Dan saya antara panik karena sering melihat pengendara motor ugal-ugalan di jalan, tapi pengen juga naik motor ke kantor. BBM yang naik sekitar 33% memang membuat saya agak hati-hati untuk urusan beli bensin. Belum lagi kemacetan jalan yang makin menjadi. Dari Depok ke kantor Rahman di daerah Tendean bisa 1.5-2 jam kalau naik mobil. Naik motor cuman 30-45 menit. Bensin juga irit, 60 ribu yang biasanya tidak cukup untuk 2 hari pp dengan mobil, sekarang bisa 2 minggu. Bagus untuk keuangan keluarga hehehe

    Tidak heran kalau pengguna sepeda motor makin hari makin banyak. Menurut harian Bisnis Indonesia, pada tahun 2005 ada 35 juta unit sepeda motor yang beredar di Indonesia. Di Jakarta sendiri, pada tahun yang sama terdapat 5.136.619 unit sepeda motor (data Badan Pusat Statistik tahun 2006). Jumlah sepeda motor di Jakarta bertambah 1.035 buah per hari atau hampir lima kali lipat dari pertumbuhan mobil. Hitung sendiri jumlahnya di tahun 2008 ini.

    Dengan jumlah yang banyak itu, tidak heran kalau berakibat pada tingginya tingkat kecelakaan di jalan raya yang banyak menelan korban jiwa di Indonesia. Data Asian Development Bank (ADB) menyebutkan, dalam setahun, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan raya di tanah air mencapai hingga 30 ribu orang (note: sebagai perbandingan, jumlah korban flu burung di Indonesia sekitar 100 orang per tahun). Dan dari jumlah itu, SEPEDA MOTORlah penyumbang kecelakaan terbesar. Menurut Departemen Perhubungan, dari 17.732 kecelakaan di seluruh Indonesia pada tahun 2004, 14.223 di antaranya melibatkan sepeda motor. Berarti 80%nya! Tak heran kalau menurut World Health Organization (WHO), secara global, pada tahun 2020, kecelakaan lalu lintas akan meningkat dari peringkat ke-7 menjadi ke-2 sebagai penyebab kematian.

    Menyeramkan ya?

    Lalu bagaimana agar bisa tetap naik sepeda motor, tapi juga aman?

    Ada beberapa hal yang menurut saya penting:

    1. Perilaku pengendara sepeda motor

    Kadang suka BT bangeut kalau liat pengendara motor yang ugal-ugalan. Naik ke trotoar, jembatan penyeberangan, senggol kiri-kanan, dan menguasai jalanan. Spion mobil saya yang sebelah kiri pernah patah (benar-benar patah!) karena tersenggol motor yang melaju kencang dikendarai dua anak ABG tanpa helm, yang langsung kabur setelah menabrak. Kesalnya bukan main!

    Selain kedisiplinan berkendara (paham dan taat rambu-rambu lalu lintas dan menghormati pengendara lain, jadi tidak seenaknya di jalan raya), pengendara sepeda motor juga harus memperhatikan beberapa hal: waspada ketika akan menikung atau menyalip kendaraan lain, jangan lakukan jika tidak bisa melihat kondisi jalanan di depan I waspadai daerah tidak terlihat oleh pengendara lain atau blank spot I menjaga kecepatan berkendara yang disesuaikan dengan kondisi lalu lintas, apakah sepi, macet dan banyak penyebrang jalan I berada di sebelah kiri jalan, terkecuali ingin menyalip atau mendahului I penggunaan lampu sein dan spion ketika hendak berubah jalur jalan I jangan menggunakan HP saat berkendara I jangan berkendara dengan satu tangan, karena dapat menghilangkan keseimbangan pada saat berkendara I tidak memasuki jalur cepat yang bukan diperuntukan untuk sepeda motor I kurangi kecepatan dan hindari belok terlalu patah atau pengereman terlalu keras saat melalui kondisi jalan berbatu kerikil, tanah, lumpur, oli atau pasir I dan selalu waspada melihat permukaan jalan di depan Anda. Pejalan kaki yang menyeberang jalan secara tiba-tiba atau binatang dan kendaraan lain yang melintas bisa mengagetkan dan mengakibatkan Anda hilang keseimbangan.

    2. Kesiapan ‘perangkat’ berkendara

    Yang diperlukan untuk sepeda motor, antara lain:

    * Sarung Tangan, sebaiknya memiliki lapisan yang dapat menutupi kedua belah tangan dan bahan yang dapat menyerap keringat serta tidak licin saat memegang grip/handle motor.

    * Jaket, sebaiknya mampu melindungi seluruh bagian tubuh baik dari terpaan angin maupun efek negatif kala terjadi benturan baik kecil maupun besar. Pilih jaket yang nyaman dan aman digunakan sesuai dengan kondisi cuaca dan kebutuhan. Demi keselamatan, hal yang perlu diperhatikan adalah kemampuan warna jaket untuk dapat dilihat oleh pengendara lain, terutama pada malam hari atau situasi gelap (mendung/hujan). Karena itu dianjurkan untuk memakai jaket berwarna cerah, terang atau model yang dapat memantulkan cahaya. Hal yang sama juga dianjurkan saat memakai jas hujan.

    * Helm (minimal Half Face), sebaiknya mampu memberikan proteksi lebih kepada kepala. Untuk helm motor yang aman digunakan, biasanya berusia tiga sampai lima tahun, tergantung dari intensitas dan frekwensi pemakaian. Penggantian helm disarankan jika helm tersebut pernah terkena benturan atau Anda pernah mengalami kecelakaan dengan helm tersebut. Perhatikan juga bahwa bantalan pelindung harus nyaman, dan sistem pengikat/pemegang terikat kencang. Sistem pengikat/pemegang rusak/kendor, maka perlindungan akan hilang, sama saja dengan Anda tidak memakai helm. Anda dapat menguji efektifitas bantalan dan sistem pengikat dengan mengencangkan tali pengikat dan menggoyangkan kepala. Jika helm bergerak, maka bantalan terlalu longgar.

    * Sepatu, haruslah mampu memberikan kenyamanan serta keamanan bagi seluruh lapisan kaki.

    Kakak saya pernah mengalami kecelakaan di Margonda Raya, Depok. Ketika itu mobil kakak saya mau putar balik (u-turn). Mobil-mobil dari arah lawan sudah berhenti memberi jalan. Tengah memutar, tiba-tiba datang motor dengan kecepatan sangat tinggi, dan sepertinya dia kaget melihat mobil kakak saya menghadang, tidak sempat nge-rem, dan BRAAKKKK !!! Tabrakannya keras sekali. Pintu mobil blazer kakak saya sampai penyok berat, dan tidak bisa dibuka. Pengendara sepeda motor itu terguling masuk ke kolong mobil. Alhamdulillah, dia tidak apa-apa. Selain tentu saja karena pertolongan Yang Di Atas, tapi saya perhatikan (saya menyusul belakangan ke TKP) bapak itu memakai peralatan bermotor lengkap. Helm, jaket, sarung tangan, sampai kaus kaki tebal. Kalau tidak, entah apa jadinya…

    3. Kelayakan sepeda motor

    Selain 2 hal di atas, pengemudi juga harus memastikan bahwa kendaraan yang dikendarai layak kemudi, sesuai dengan standar yang ditetapkan.

    Terkadang, kelayakan kendaraan masih sering di nomorduakan oleh pemilik kendaraan, padahal dengan kondisi iklim dan kemacetan (khususnya di Jakarta), seharusnya perawatan mesin sepeda motor harus lebih diperhatikan. Pemilik kendaraan sebaiknya melakukan pemeriksaan berkala sepeda motor untuk memastikan kondisi mesin dan spare part sepeda motor masih dalam kondisi prima

    Ada beberapa bagian motor yang penting untuk diperhatikan:

    * Ban

    Semua pasti setuju kalau ban adalah salah satu piranti vital pada kendaraan bermotor, oleh karena itu kondisi ban harus terus dijaga tetap baik agar memberikan kenyamanan dan keamanan berkendara. Merawat ban motor wajib dilakukan dengan benar bagi pengendara sepeda motor karena berpengaruh terhadap keselamatan pengendara maupun penumpangnya. Yang harus diperhatikan antara lain tekanan udara ban yang tidak tepat sangat mempengaruhi keseimbangan dan stabilitas laju sepeda motor, dan juga jangan pernah memakai ban lain kecuali yang ditetapkan oleh pabrikan sepeda motor. Jangan lupa perhatikan apakah jari-jari telah dikencangkan secara benar. Jika sering berputar dan tidak seimbang, berarti jari-jari pelek roda sudah kendur dan mesti dikencangkan lagi, atau diganti dengan roda baru. Jarak tempuh berpengaruh pada kondisi ban. Periksa jarak tempuh dan sisi luar ban, untuk menjaga keselamatan. Setiap 10.000 km keseimbangan dan kelurusan ban harus dicek. Apalagi bila sering digunakan dengan kecepatan tinggi. Lakukan rotasi di antara kedua ban.

    * Lampu

    Lampu yang umumnya diciptakan sebagai alat penerang, punya fungsi yang lebih penting lagi bagi kendaraan bermotor. Lampu adalah alat komunikasi bagi sesama pemakai jalan. Menyampaikan keinginan untuk membelok, ingin mendahului, tidak memberi jalan, dan juga membuat kendaraan lain tahu akan keberadaan kita, terlebih di jalanan yang gelap gulita. Jadi, pastikan lampu sein, lampu rem, klakson dan lampu depan semua menyala dengan baik.

    * Rem

    Rem merupakan alat vital pada motor untuk menghindari sesuatu dari yang tidak diinginkan. Ada beberapa kondisi yang bisa mengurangi fungsi kerja rem, antara lain minyak rem yang sudah kotor atau perlu ditambah, terjadi kebocoran pada beberapa bagian seperti kebocoran minyak rem karena pipa-pipa minyak rem dan sambungan-sambungan pipa terdapat lubang atau kebocoran pada tutup silinder utama dari sistem rem, rem aus yang mengakibatkan jarak bebas antara bidang rem dan selubung rem bertambah besar sehingga jarak antara lantai kabin dan pedal rem pada saat diinjak terlalu sempit dan menyebabkan rem tidak berfungsi dengan baik. Telitilah memeriksa kondisi rem depan dan belakang apakah berfungsi dengan baik, terutama rem depan yang lebih efektif dalam pengereman.

    *Oli

    Teknologi pelumas mesin juga memegang peranan penting untuk menjaga kondisi mesin sepeda motor tetap dalam kondisi prima. Mobil saya pernah nih bermasalah dengan pelumas, dan lumayan buat puyeng. Nggak kuat nanjak, seperti tidak responsif ‘gitu. Motor juga sama. Yang saya tahu, Shell Advance punya teknologi DPA, yaitu teknologi pendukung yang terbukti dan dipercaya membantu mengatur oksidasi di dalam mesin yang membuat pelumas tetap ‘young and fit’, sehingga para pengendara sepeda motor dapat merasakan daya respon yang lebih dari sepeda motor mereka. Shell Advance juga mencegah penguraian di dalam mesin, sehingga pelumas terus bekerja sampai saat penggantian pelumas yang berikutnya. Selain itu Shell Advance juga memiliki detergen khusus yang mendukung kebersihan komponen dengan melepaskan kemudian meluruhkan partikel karbon hitam yang membandel secara aman. Kelebihan-kelebihan tersebut dapat membantu meningkatkan kinerja mesin motor sehingga menjadi lebih prima. Teknologi DPA ini ada di semua produk dari Shell Advance, baik pada varian untuk kategori mesin 4-tak (Shell Advance VSX4, Shell Advance SX4 dan Shell Advance S4) maupun untuk kategori mesin 2-tak (Shell Advance VSX2, Shell Advance SX2, Shell Advance S2 dan Shell Advance Racing X).

    Sebenarnya ada faktor-faktor lain yang tidak kalah penting menurut saya. Seperti kondisi jalan yang tidak berlubang-lubang (masih ingat kan kasus Sophan Sophian), lampu lalulintas yang menyala baik, rambu-rambu lalulintas yang terpasang sesuai dengan tempatnya, dan hal-hal semacam itu. Tapi berhubung itu kuasa bapak-bapak pembuat keputusan di atas sana, di luar kuasa dan kemampuan saya selaku pemakai jalan, warga negara dan pembayar pajak yang baik, jadi ya tidak saya tulis. Saya nulis yang masih dalam kemampuan kendali saya aja :)

    So, have a save ride!

4 Responsesso far.

  1. mr.t says:

    kaya promosi oli nih..heheh..tp saya memang sudah pake shell sx kok..baru nyoba….hal-hal yang disebutkan diatas memang benar..tp yang paling mendasar adalah kesadaran sipengendara…sekarang kalau berlaku patuh aturan lalu lintas saya jadi malu…coba saja ditraffic light lampu masih merah saya berada dibelakang zebracross malah diklaksonin..ada marka jalan eh dilanggar..mau pada kemana ya tu orang2 ..bwhahahahh..padahal saya jg sama pengen cepet sampe rumah kalau pulang kerja….kadang-kadang suka saya bilang mas buta warna ya..tu lampu kan masih merah…..heheh

  2. RAHADIAN says:

    thth

  3. RAHADIAN says:

    motor baguZZZZZZZ

  4. tri says:

    jozzz tenan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>